Tuesday, July 14th 2015

14/07/2015 22:48

Yang pelayanan di tempatku itu selalu penuh sensasi e… hehehe

Entahlah, udah 2 minggu engga tinggal di gereja.

Karena aku ngga mau di bilang tukang bohong dan ngga bisa jaga omongan, lebih baik aku tulisin kronologinya aja yaa.

Tanggal 26 Juni 2015 jam 16.00 diadakan sekolah minggu, namun karena tidak ada anak yang datang sehingga sekolah minggu ditiadakan. Kakak ini datang jam 16.30

Tanggal 27 Juni 2015 jam 13.00 diadakan rapat pengurus gereja dengan kakak ini untuk mengevaluasi pelayanannya.

Tanggal 28 Juni 2015 09.00-11.30  ibadah seperti biasa, diadakan sekolah minggu dengan tema pra-remaja. Pengisi àsaya

Jam 12.00-15.00 pemuda kunjungan ke rumah mamanya Dimas (anak yang hilang) di janti

Tanggal 29 Juni 07.00 Kakak ini pamit pulang

Tanggal 1 Juli 18.30 diadakan ibadah malam doa sekaligus merayakan ulangtahun petra dan abel, saya sms dan telepon kakak ini tapi tidak ada balasan dan jawaban.

Jam 10.00 saya konsultasi dengan ibu Maruli dan sepakat ibu maruli akan membantu membina kakak ini dalam pelayanan.

Tanggal 3 Juni siang hari saya membuat jadwal pelayanan kakak ini dan saya temple di samping tembat dimana dia biasanya menaruh tasnya. Saya disuruh bapak membuatnya berdasarkan kesepakatan hasil evaluasi kemarin. Sengaja ditempel agar kakak ini ingat.

jam 16.00 ada sekolah minggu, pengisi à saya dan Ester, kakak ini belum datang

Jam 9-an kakak ini sms kurang lebihnya seperti ini

Kakak “dek, tadi ada sekolah minggu enggak?”

Saya jawab “ini nomor kakak yang baru dan aktif?”

Kakak “iya dek, besok ada pemuda nggak?”

Saya “Tadi ada sekolah minggu dan saya yang ngajar. Tapi kenapa kakak tidak datang?”

Kakak “kakak sakit dek, kakak minta maaf ngga bisa datang, sekali lagi kakak minta maaf ya”

Dan tidak saya balas karena malas.

Tanggal 4 juni 08.00 tempat Mbah Dipo Ibu melihat keberadaan Kakak ini di warung untuk berbelanja

Jam 11.30 saya mengunjungi asrama tempat kakak ini tinggal sambil membawa melon untuk menjenguk

Dari teman asramanya diketahui kakak ini sudah tidak pulang semenjak 1 minggu yang lalu.

Saya langsung menelepon kakak ini

“kak, kakak dimana sekarang?”

“Kakak tempat ibu E*** dek”

“Ngapain disana?”

“Kakak kerja tempat ibu E*** dek”

“Sejak kapan kak?”

“Sejak tadi pagi”

“sejak tadi pagi?”

“Iiyaaa tadi pagi”

“Tapi katanya kakak udah ngga pulang ke asrama sejak seminggu yang lalu..”

“Hah?”

“Ngga papa, yaudah” dan saya matikan karena malas.

Tanggal 4 Juli sore hari kakak ini bilang ada pemuda dan saya tanya, udah di sms memangnya? Dan tidak dapat balasan. Pukul 20.00an kakak ini sms bertanya apakah ada pemuda yang datang dan saya bilang tidak ada, saya tanya apakah kakak ini udah sms pemuda yang lain apa belum dan tidak dibalas, mungkin kakak ini malas membalas.

Tanggal 5 Juli 2015 09.00-11.30 ibadah seperti biasa

Jam 11.30 kakak ini bercakap-cakap dengan bu maruli. Bu maruli bertanya

“Kamu sekarang dimana kalo engga disini?”

“Di tempat ibu E***”

“Bu E*** dimana itu? Ngapain?”

“Didepan situ, kerja” (sekitar 50 meter dari gereja)

“Kerja apa?”

“Bantu-bantu ibu E*** buk”

“Oh… setiap hari?”

“e.. iya setiap hari” dan kakak ini tidak mau melihat saya.

“Berarti jumat ngga bisa dong?” maksudnya mengajar sekolah minggu

“Bisa, bisa kok, nanti izin”

“nanti sakit lagi” kata saya namun tidak di jawab kakak ini

“bisa to?” tanya ibu maruli sepertinya juga bingung

“iya bisa”

“yawes, besok aku tak kesini jumat”

Tanggal 10 juli 16.30 diadakan sekolah minggu dan kakak ini pengisinya, ada ibu maruli yang mengawasi. Kakak ini kemudian kembali tempat Bu E***

Tanggal 11 Juli 04.30 juli diadaakan ibadah doa pagi bersama kakak ini sesuai jadwal pelayanan yang dulu pernah saya tempel. Jam 19.00 diadakan pemuda pemudi dan kakak ini yang mc dan saya yang mengiringi.

Tanggal 12 Juli ibadah seperti biasa. Kakak ini dan mas andreas mengajak pergi pemuda ke bukit bintang. Saya tipe orang yang malas jalan2 kalau bukan karena terpaksa. Karena saya tidak ikut, maka Ester tidak mau ikut juga, karena Ester tidak mau ikut maka petra tidak mau ikut juga. Lily yang antusias pada awalnya menjadi tidak ikut juga karena ngga enak sama mas andreas (tolong jangan tanya kenapa). Karena yang jadi pergi hanya Kakak ini, yosua dan mas andreas sedang bang Bingkas tidak diajak sama mereka, maka rencana dibatalkan. Saya adalah tipe orang yang MALAS JALAN-JALAN, bukan karena ada si A, si B makanya engga mau jalan, tolong jangan salah sangka.

Kebetulan hari ini, 14 Juli di warung, wali kakak ini bertemu dengan bapak saya. kakak ini rupanya mengatakan hal-hal tentang bapak yang tidak enak didengar kepada walinya di kampusnya. Katanya gembala yang tidak kreatif dan tidak memberi tugas serta tidak membimbing dengan baik. Pada kenyataannya, kakak ini telah diberi tugas oleh bapak yaitu : Kunjungan, mengajar sekolah minggu dan mengisi pemuda-pemudi. Tugas ini telah diberikan kepada kakak ini ketika tanda tangan surat kerja sama Februari yang lalu. Sekedar informasi saja, kakak ini juga pernah ditawari oleh ibu gembala untuk menjadi WL namun ditolak. Begini ceritanya:

“M***, kamu besok mau jadi WL?”

“Engga buk”

“Loh, kok ngga mau, kenapa?”

“Ngga mau, ngga mau aja buk”

Kakak ini yang cerita dengan bibirnya sendiri kepada saya di kamar saya.