Thursday, February 20 2014

20/02/2014 13:48

Dulu, rumah ini penuh. Rame, bisa dibilang begitu.. Kamar-pun kami sering rebutan. Bahkan dulu aku sampai bersihin gudang dan bikin itu jadi kamarku (yang sampai sekarang ini aku pakai)
Dulu, rumah ini banyak tawanya, dan sekarangpun juga begitu. Tapi engga serame dulu...
Dulu, ada mbak ike, ada mbak yuyun, ada aku, ada gracea, ada orangtuaku...
Dulu, disini, kami main bareng, berangkat sekolah bareng, nonton dan rebutan 1 tv bareng yang saat itu masih selebar 2 telapak tanganku ini.
Dulu, kami beres-beres rumah bareng, belajar bareng, marah-marah juga bareng...
Sekarang? Mbak Ike pergi ke Nias, mbak Yuyun pergi ke Purwokerto... Dan kemarin rabu, ketika aku, ayahku, mbak yuyun, dan grace pergi bareng ke sekolah sekalian antar mbak yuyun, aku lihat ibuku sendirian dirumah.. Dari situ aku sadar bahwa setiap orang dari kami akan pergi meninggalkan ia... Atau mungkin Tuhan punya kehendak lain, mungkin dia yang akan meninggalkan kami...

Aku ngga tau, saat itu kapan.... Ibuku, ia nggak bahagia di masa mudanya, ngga bahagia ketika bersama ayahku dulu, dan sekarang, ketika dia mulai merasakan kebahagiaan itu, satu-persatu malah pergi. Ketika pergi, yang ada cuma kenangan dulu dikala susah... Mbak Ike-lah yang mungkin paling banyak memiliki kenangan sedih, dan dialah yang paling sedikit memiliki kenangan yang bahagia, karena dia terlalu terburu-buru untuk pergi....

Aku ngga mau tinggalin ibuku atau membuatnya susah lagi. Perjuangannya dia untuk pertahanin kami (mbak-mbakku dan aku) supaya ngga di adopsi sama orang lain. Aayahku yang sekarang, yang meskipun kami ngga punya hubungan darah sama sekali tetap berusaha menyekolahkan kami, 3 anak yang awalnya engga menganggap dia Ayah. Aku ngga mau membuat mereka susah lagi, aku ngga mau mereka kerja susah di masa tuanya. Aku ngga mau lihat mereka tetap kerja seperti sekarang ini, malam-malam masak di rumah makan, kadang dikomplain sama pelanggan yang ngga tau sopan santun, yang harus selalu senyum ramah sama pelanggan meskipun mereka nyebelin. Aku ngga suka. Aku ngga mau.

Aku berharap, Tuhan berbaik hati untuk mengizinkan mereka menikmati kebahagiaan yang akan aku berikan besok. Tuhan memberkati mereka. Tuhan memberi mereka umur panjang. Dan memberi mereka kebahagiaan. Memberiku kesempatan untuk membahagiakan mereka.