Saturday, September 27 2014

27/09/2014 19:40

Hari ini ban mator depanku bocor... (semua orang harus tau ya Riz.. hehehe)

Padahal motornya udah aku cuci, udah aku isi bensin, udah aku pompa anginnya.. Eh, rupanya bocor -_-

Untung bocornya setelah mau pulang dari tempat futsal, bukan pas berangkatnya ^^

Tapi aku bersyukur karena ban depan motorku bocor, karena itu bikin aku lebih mengenal Ica. Yup, ceritanya habis futsalan kami ngga ikut suporteran tapi langsung pulang dan aku anterin Ica pulang ke daerah condong catur. Pas di jalan itulah motornya bocor :3

Ica cerita banyak hal tentang keluarganya. (Ini membuatku berpikir apakah aku harus pindah jurusan psikolog apa enggak)

Aku ngga bisa berbagi ke kalian karena ini bukan hakku. Setiap orang pasti punya masalahnya sendiri yang ngga mau dibagi. Dan aku juga bukan orang yang memaksa pingin tahu, aku Cuma nunggu sampai orang itu mau berbagi tentang masalahnya ke aku. Dan hari ini Ica berbagi..

Aku banyak mendengar, bukan hanya dua-tiga orang, tapi dari banyak orang yang curhat ke aku tentang berbagai macam masalah (memang seharusnya masuk psikolog kayaknya) Dan inti semua masalah itu sama. Pengampuan. Banyak dari mereka ngga bisa mengampuni. Mereka bilang, belum bisa. Mereka bilang, udah terlalu lama. Mereka bilang, udah terlanjur sakit hati.

Aku ngga bisa menghibur Ica saat itu. Aku jauh dari Tuhan dan aku ngga tahu apa yang harus aku bilang ke Ica.

Dan akhirnya aku cerita tentang diriku juga. Mengenai keluargaku yang dulu. Mengenai ayah kandungku. Mengena teman-teman SD-ku, pertobatanku.

Mengampuni. Mengampuni. Memafkan. Memaafkan.

Tuhan mengizinkanku untuk mendengar cerita seseorang dan  membagikan sebuah pengalaman hidup kepada seseorang. Tapi siapa yang bisa mengubah hati seseorang. Dirinya dan Tuhan. Jika di dalam dirinya bilang bahwa ia ngga mau mengampuni, aku ngga yakin keluarganya akan dipulihkan.

 

Untuk siapapun yang membaca ini