Saturday, June 14 2014

14/06/2014 22:20

Pagi ini sekitar jam setengah dua-an, adikku  sms kalau dia berharap aku ikut wisuda hari ini.. Dia, kabur dari rumah.

Tapi aku ngga dateng, aku ngga bisa. Aku panic luar biasa baca sms tadi  pagi, aku ngga bisa ke sekolah, aku ngga tahu cara tolongnya. Dan yang aku pikirin saat itu adalah sahabatku, Mungky. Aku minta tolong sama dia untuk jagain adikku hari ini… Merasa jadi kakak yang ngga berguna? Iya. Seperti menyerahkan adikknya sendiri ke tangan orang lain. Aku, ngga bisa diandalin.

Yang aku bisa lakuin saat itu  berdoa sama Tuhan agar dia, adikku, keadaannya membaik. Malu sebenernya minta bantuan Mungky untuk hal ini. Tapi ngga ada balesan sms dari Mungky, mungkin dia sibuk sama wisudanya, bukan salah dia.… Hari ini, hanya nangis di dalam Tuhan. Aku ngga bisa bantu, aku ngga tahu masalahnya. Tapi Tuhan tau kan? Dia tau, Dia bisa bantu, Dia tau apa yang ngga bisa aku omongin dan tau apa yang aku tangisin.

Hari ini adiiku tinggal di sebuah gereja. Aku ngga bisa tawarin tempat tinggal untuknya, aku belum tanya sama ibu-bapakku...

Seenggaknya, aku tahu dia dimana