April 04 2015 morning

04/04/2015 07:06

Aku bingung.

Kemarin aku tanya kak Mira tentang flashdisk itu. Aku mau nujur sama kak Mira karena aku mau semua ganjalan dihatiku ini lepas. Aku ngga mau deket sama Tuhan tapi masih menyimpan benci sama orang lain dan hari itu aku putuskan untuk maafin kak Mira. Aku ngomong ke kak Mira baik-baik.

Aku pingin kak Mira jujur sama aku, tapi yang aku dapatin malah… kebingungan.

Aku Tanya kak mira dan bilang alasan kenapa selama ini sifatku berubah sama Kak Mira. Tapi kak Mira menyangkal kalau itu flashdisk adalah punyaku. Dia bilang itu adalah punya kak Rahmat dan dia Cuma dikasih. Dia bahkan juga berani bersumpah di depan Alkitab (walaupun hari itu ada khotbah tentang orang Kristen yang ngga boleh bersumpah) bahwa dia enggak ambil. Bahkan satu peniti di rumah ini pun enggak diambilnya.

Aku… merasa bersalah. Tapi juga bingung. Malem Minggu jam 9an sebelum flashdiskku hilang, Gracea jelas-jelas lihat flashdisku di kamar. Hal ini membuktikan bahwa flashdiskku engga ketinggalan waktu aku nge-print. Dan hari minggunya Kak Mira, Lily, sama Gracea ke kamarku. Dan malam itu aku cari flashdiskku tapi enggak ada. Aku bahkan tanya ke toko tempat dimana Kak Mira beli flashdisk tapi bilang ngga pernah jual.

Tapi Kak Mira aku rasa enggak bohong, aku ragu dan merasa bersalah… Ya Tuhan, kalau sampai apa yang dibilang kak Mira itu bener, aku berdosa banget. Maafin aku kak, maafin aku Tuhan.

Dan ini jadi pelajaran buat aku, dan pasti bakalan aku inget seumur hidupku. Well, mungkin untuk 5 tahun kedepan aku masih ingat.

Aku berniat minta maaf ke kak Mira hari ini kalau dia datang.